Akhir-akhir ini media massa begitu heboh menayangkan nyanyi lipsync dan goyang india yang dilakukan oleh seorang anggota brimob polda gorontalo, briptu norman "shahrukh" kamaru "khan".
Seandainya aku yang nyanyi, mungkin gak ya bisa setenar itu? Aku yakin jawabannya "TIDAK". Mengapa? pertama, aku bukan siapa-siapa, dan ada jutaan orang sepertiku yang bisa saja melakukan hal tersebut. artinya, tidak ada segi 'keunikan'nya. Sedangkan, jika yang melakukan seorang anggota polisi dengan pakaian seragam pula, tentu ini unik. Dan celakanya, (atau untungnya ya?), akibat ulahnya itu, briptu norman kamaru sempat akan dihukum oleh kesatuannya.
lalu, di dunia maya, tempat sang brimob tersebut ngeksis, bermunculan dukungan yang besar agar briptu norman kamaru tidak dihukum. entah karena adanya dukungan ini atau tidak, yang jelas kemudian bukan hukuman yang diterimanya, melainkan 'dukungan' untuk mengembangkan diri.
dan ketika kemudian media massa, terutama media elektronik, mem-blowup hal ini sedemikian rupa, dalam waktu singkat briptu norman menjadi selebritas dadakan. ia tampil di berbagai stasiun televisi, dari sekedar wawancara sampai menjadi pengisi acara. yah, nasib briptu norman berubah dalam 6 menit (durasi video lipsyncnya yang diunggah ke youtube).
lain lagi dengan arifinto, salah seorang wakil rakyat dari pks, nasibnya berubah dalam waktu 2 menit. adalah wakil rakyat dari pks, partai yang mengaku bersih, dan bahkan dianggap sebagai partai dakwah, justru melakukan hal yang sangat bertentangan dengan citra partainya, yakni menonton konten porno dari tablet saat mengikuti sidang paripurna. alasannya sungguh lucu, jenuh mengikuti sidang. hmm... mengapa jadi wakil rakyat jika ikut sidang yang memang kerjaannya saja jenuh.
seandainya arifinto ini berasal dari partai lain, mungkin aku akan menganggap bahwa beliau ini memang wakil rakyat, yakni golongan rakyat yang menyukai film 'begituan'. dan aku tidak akan menyalahkannya jika memang begitu. namun karena beliau dari partai dakwah, yang sempat aku kagumi tapi kini sudah membuat aku sangsi, aku menyalahkan mengapa ada wakil dari pks yang berbuat demikian nista.
karena perbuatannya ini, yang hanya 2 menit ini (catatan waktu awal pengambilan gambar pertama sampai terakhir yang semuanya berjumlah 60 foto), arifinto harus merelakan kursi empuknya di gedung dpr. belum lagi caci maki dan mungkin pandangan miring orang kepadanya.
demikianlah, nasib seseorang memang tidak ada yang tahu, selain DIA sang pencipta manusia. dari 'orang yang bukan siapa2' menjadi selebritis, atau dari wakil rakyat yang terhormat menjadi rakyat biasa yang terhina, hanya ditentukan oleh perbuatan mereka yang cuma 'sesaat'.
Monday, April 11, 2011
Nasib Seseorang Siapa Tahu
Lainnya dari hikmah
Ditulis Oleh : Kaisar Woll Hari: 5:26 AM Kategori: hikmah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment