Monday, January 2, 2012

Sayang Ilmunya Tidak Dipakai

Siang itu, sepulang sholat jumat, seseorang di kampung bertanya padaku apakah aku tidak kembali lagi ke jakarta. Ketika kujawab tidak, dia mengatakan bahwa sayang banget ilmuku tidak dipakai.

Hmm.. inilah hidup di kampung. Maksud orang tadi adalah mengapa aku tidak bekerja di kantoran karena aku adalah seorang sarjana. Jadi dengan wiraswasta di rumah, aku tidaklah "menggunakan" ilmu yang telah kudapat dengan susah payah dan menghabiskan dana tidak sedikit.

Setelah beberapa bulan di kampung, aku menyadari betapa "terbatasnya" lowongan kerja buat seorang sarjana, tidak seperti lulusan sd, smp, atau orang yang tidak sekolah sama sekali. Bagi mereka, ada banyak "lowongan" kerja yang tersedia di kampung, yang notabene adalah pekerjaan informal dan kasar. Sedangkan bagi sarjana, mengerjakan hal seperti itu seolah "tidak boleh".

Orang kampung tahunya kalau kita sekolah tinggi-tinggi, apalagi sampai menjadi seorang sarjana, harus bekerja kantoran, setidaknya pns atau guru. Jika seorang sarjana berminat wiraswasta atau kerja lain yang bukan kantoran, tentu akan menjadi cemoohan dan bahan omongan.

Orang kampung tidak mengerti bahwa pekerjaan itu ada banyak macamnya dan tidak harus dikantoran. Ada banyak yang bisa dikerjakan dan menghasilkan uang meskipun tidak menerima gaji secara resmi. Sayang aku masih belum bisa membuktikannya pada mereka. Kuharap suatu saat akan bisa membuka mata.

ads

Ditulis Oleh : Kaisar Woll Hari: 5:39 AM Kategori:

0 comments:

Post a Comment