Pagi ini sedang online sambil mendengarkan ceramah dari Ustadz Yusuf Mansur. Temanya tidak tahu karena kebetulan mengikuti ceramah tersebut di tengah jalan. Sepertinya tidak jauh dari tema sedekah pembawa rezeki. Ada satu hal yang menarik perhatianku yakni tentang berdoa.
Adalah sekelompok orang yang sedang berdoa untuk satu tujuan. Masing-masing melantunkan doa yang panjang sesuai kebutuhannya. Ketika tiba giliran seseorang alim, beliau tidak berdoa sebagaimana yang lainnya, melainkan hanya membaca istighfar terus menerus.
Ketika sudah selesai dan ditanyakan mengapa hanya membaca istighfar, beliau menjawab "beristighfarlah, maka sesungguhnya Allah sudah tahu kebutuhan kita."
Janggal? Tidak juga. Allah memang sudah mengetahui keinginan kita, baik dilisankan maupun tidak. Bahkan yang belum diucapkan sekalipun. Dengan kita beristighfar, Allah akan membersihkan dosa-dosa kita yang bisa jadi menjadi hijab penyebab doa tidak terkabul. Pahala orang yang membaca istighfar sama dengan pahal orang yang bersedekah,
Firman Allah SWT : ”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
Rasulullah saw bersabda :“Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
Sabda Nabi Muhammad buat orang yang senantiasa membaca ISTIGHFAR : ”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
Demikian Janji Allah, baik yang disampaikan secara langsung maupun lewat perantara rasul-Nya, tentang pahala orang yang beristighfar. Dengan mengetahui ini, kita jadi tidak merasa janggal dengan penggalan kisah pengantar di awal tulisan ini.
Jadi, sudahkah anda Istighfar hari ini?


0 comments:
Post a Comment