Merdeka, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri, tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa, tidak terkena atau lepas dr tuntutan. Sebagai sebuah Bangsa, kita sudah merdeka sejak 67 tahun lalu, yakni saat pendiri bangsa ini memproklamirkan diri sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Hari ini Bangsa Indonesia sedang merayakan ulang tahun kemerdekaan.
Ok, sebagai sebuah bangsa, kita bangsa Indonesia sudah merdeka. Namun, sebagai individu, sudahkah kita merdeka? Hanya diri kita yang bisa menilai apakah kita sudah "merdeka" atau belum. Banyak orang yang mengatakan bahwa meskipun sudah merdeka dari penjajahan bangsa asing, kita belum sepenuhnya merdeka karena kehidupan masih sulit, banyak rakyat miskin akibat penyalahgunaan wewenang yang masif terjadi di segala bidang sehingga kemakmuran tidak merata, hanya dinikmati oleh kalangan penguasa dan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Benarkah demikian? Jadi apa definisi tentang kemerdekaan sebenarnya?
Sebagai seorang awam, saya akan mencoba membahas pengertian merdeka dari perspektif saya sendiri, merdeka dari pengaruh manapun atau siapapun. Saya akan merasa merdeka, seandainya saya bekerja, berbuat, bertindak, atau melakukan aktivitas apapun sesuai keinginan saya, bukan keinginan atau perintah orang lain, termasuk majikan atau istri/suami kita. Saya juga akan merasa merdeka, ketika perasaan saya tidak terikat, terkekang, atau terintimidasi oleh hal-hal lain selain keinginan saya, termasuk keinginan terliar yang mungkin tidak terpikirkan orang lain.
Jika demikian halnya, maka saya pastikan bahwa saat ini saya BELUM MERDEKA, bahkan sampai kapanpun saya tidak pernah akan merasakan kemerdekaan. Sebab semua hal yang kita lakukan, kerjakan, dan jalankan, tidak terlepas dari pengaruh orang lain. Misalnya, jika saya "ingin seperti orang-orang" yang hidup layak, punya keluarga, punya kekayaan, punya kehormatan, tentu kita harus bekerja atau bertindak untuk mewujudkannya. Percaya atau tidak, seandainya tidak ada omongan dan pikiran orang, niscaya saya lebih suka tidak menikah karena dengan demikian saya bisa merasa lebih "merdeka". Jadi, menikahnya saya, selain menjalankan sunnah Rasulullah, juga memperhitungkan omongan dan pikiran orang tentang saya. Dan ini menurut saya sudah menunjukkan ke-tidakmerdeka-an saya.
Seandainya definisi kemerdekaan adalah pikiran yang terbebas dari keinginan, jelas saja saya termasuk orang yang BELUM MERDEKA, karena sampai kapanpun saya akan tidak bisa mengekang keinginan-keinginan yang bahkan mungkin sulit untuk diwujudkan.
Pengertian kemerdekaan yang "sak-lek" seperti di atas, jelas kemerdekaan yang tidak nyata. Menurut pandangan saya, kemerdekaan itu sebuah kondisi dimana kita menjalankan/mengerjakan sesuatu tanpa paksaan, baik ada pengaruh dari orang lain atau tidak, bebas dari keinginan-keinginan yang akan mengikat dan menjerat kita untuk melakukan sesuatu, seta menikmati kondisi apapun yang terjadi pada kita dengan perasaan lapang dada. Itulah makna kemerdekaan sejati menurut saya. Dan saya sedang menuju kemerdekaan tersebut. Bagaimana menurut anda, sudah anda merasa "MERDEKA"?
Thursday, August 16, 2012
Memaknai Kemerdekaan Sejati
Lainnya dari bambang wibowo, catatan bambang wibowo, pemikiran bambang wibowo
Ditulis Oleh : Kaisar Woll Hari: 5:51 PM Kategori: pemikiran bambang wibowo
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment