Tahun lalu, tidak pernah terbayang untuk menggunakan jasa kereta api sebagai transportasi untuk mudik. Bagaimana penumpang berdesakan dan berjubel dalam kereta api, berserakan di seluruh bagian dalam gerbong sehingga tidak menyisakan ruang bagi kenyamanan. Bahkan untuk masuk pun butuh perjuangan yang luar biasa keras, berebut dengan ribuan calon penumpang lain.
Jadi, mudik dengan membawa keluarga (anak dan istri), tidak pernah terbersit sedikit pun untuk naik kereta api, biarpun lebih murah dan cepat (dibandingkan bus dengan kelas yang sama), sebab tidak terjebak kemacetan.
Namun, itu dulu ....
Sejak PT KAI memberlakukan satu penumpang satu tempat duduk, kondisinya berubah 180 derajat. Sekarang semua penumpang KA dijamin mendapatkan tempat duduk yang layak, karena tiket yang dijual tidak boleh melebihi kapasitas angkut kereta.
Hal ini membuat aku memutuskan untuk mudik dan balik tahun ini akan menggunakan jasa angkutan KA. Aku akan mencoba berbagi pengalaman menggunakan layanan KA ini kepada anda, mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman semua. Yang akan aku ceritakan adalah kereta api kelas ekonomi (untuk kelas Bisnis & Eksekutif, mungkin sejak dulu sudah "manusiawi", berbeda dengan kelas ekonomi). Inilah pengalamanku naik KA Ekonomi Brantas dari Pekalongan - Jakarta PP.
Yang pertama harus diperhatikan, untuk mendapatkan tiket, sebaiknya kita pesan jauh-jauh hari, setidaknya 5-7 hari sebelum keberangkatan. Karena apa? Dengan keterbatasan daya angkut dibandingkan pengguna layanan ka, kemungkinan besar setiap ka sudah penuh (tiket habis) pada hari keberangkatan, jadi jika butuh mendadak kemungkinan besar tidak akan kebagian tempat duduk. Tidak seperti dulu, kita bisa duduk di emper atau dimana saja, sekarang kalau tidak kebagian tempat duduk tidak boleh naik. Aku beli tiket tanggal 11 Agustus 2012 untuk keberangkatan tanggal 18 Agustus ke Jakarta dan tanggal 22 Agustus dari Jakarta ke Pekalongan. Dan karena ternyata lebaran tanggal 19 Agustus, pada tanggal 14 Agustus aku tukarkan tiket keberangkatan menjadi tanggal 17 Agustus. Kita bisa menukar hari keberangkatan dengan catatan masih tersedia kursi kosong, dan membayar biaya Rp 2000,-
Yang juga harus diperhatikan, jangan membeli tiket lewat calo. Nanti, saat kita akan masuk peron stasiun, akan ada pencocokan nama yang tertulis di tiket, dengan kartu identitas kita. Dan ini sangat efektif untuk memutus matarantai percaloan. Tiket yang tidak sesuai identitas, tidak akan diterima, dan calon penumpangnya harus ... beli tiket baru lagi. Bayangkan seandainya tiket sudah habis. Pemeriksaan identitas ini tidak cukup sekali, 30 menit sebelum berangkat, petugas didampingi polsuska akan kembali mengadakan pemeriksaan di atas kereta. Jadi jangan coba-coba curang deh, pasti ketangkap.
Kereta akan berangkat sesuai dengan jam yang tertera dalam tiket. Hampir tidak ada keterlambatan, kecuali mungkin karena adanya kendala teknis di lapangan. Pengalamanku, aku berangkat dari st. pekalongan jam 21.17 meskipun tanggal keberangkatan di tiket tertulis 20.53. Mungkin karena kereta harus banyak berhenti di jalan karena sebagai kelas ekonomi (K-3), tentu harus memberi jalan terlebih dulu kepada kereta bisnis dan eksekutif. Namun, ketika berangkat dari Jakarta, keberangkatan sesuai jadwal yang ditentukan, yakni jam 16.07 karena memang kereta sudah standby di stasiun keberangkatan tanah abang.
Masuk ke dalam kereta, aku tidak percaya berada di kereta ekonomi. Ruangan bersih, peralatan kereta berfungsi dengan baik, dan ada kipas angin besar yang berputar dengan lancar, serasa di kereta ber-AC. Toilet tersedia di setiap ujung gerbong, dan semuanya berfungsi dengan baik, terutama kran airnya. Jika dulu, tidak terpikir bisa menikmati kereta ekonomi dengan nyaman begini. Ruangan penuh sesak, termasuk di jalan-jalan, meskipun haus terkadang tidak berani minum karena kalau kebelet pipis repot. Sudah jalan lewatnya susah, wc kotor dan bau, kran air macet, dan terkadang dipenuhi penumpang yang tidak kebagian tempat.
Pendek kata, acara mudik dan balik tahun ini menggunakan kereta sangat nyaman. Sebagai "wong cilik" banyak faktor yang harus diperhatikan untuk acara perjalanan jauh ini. Salah satunya keamanan dan kenyamanan. Yang tidak kalah penting adalah biaya. Waktu tempuh mungkin akan menjadi pertimbangan terakhir. Namun, dengan menggunakan kereta api, aku mendapatkan semua nilai plus perjalanan, yaitu : harga yang murah berlipat kali dibandingkan moda transportasi lain seperti bus, keamanan dan kenyamanan selama dalam perjalanan, serta waktu tempuh yang relatif lebih cepat. Semua ini berkat reformasi pelayanan yang dilakukan PT KAI. Jadi, tidak ragu-ragu aku ucapkan : Terima Kasih PT KAI!!!



0 comments:
Post a Comment