Setelah sekian lama menjadi rumor, desas-desus, atau kabar angin, perihal niat maju sebagai calon kepala desa tosaran, akhirnya aku konfirmasi. Sambil bersilaturahmi sehubungan lebaran tahun ini, aku sekaligus "poyan" alias pamitan untuk menjadi calon kepala desa kepada beberapa tokoh masyarakat. Ini berarti aku harus siap dengan segala konsekuensi sebagai seorang [bakal] calon kades, dimana sebisa mungkin harus bisa memenuhi permintaan dari masyarakat yang terkadang diada-adakan :D. Jadi, apa modalku?
Mulai catatan ini, aku akan membuat tulisan tentang visi, misi, dan program kerja yang akan aku lakukan jika nanti terpilih sebagai kepala desa tosaran.Terus terang aku tidak punya modal duit banyak, tapi aku diyakinkan oleh my main sponsor, yakni Bapak, tidak akan kalah dari yang lain. Seandainya calon lain membagi sekian, kita akan bagi dua kian, yang lain bagi segitu, kita dua gitu. Ah, aku tidak ngerti urusan yang demikian, biarlah itu jadi urusan beliau dan timnya. Bagianku adalah meyakinkan warga masyarakat tosaran bahwa aku layak dipilih. Dengan cara apa?
Aku memimpikan desa tosaran menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk ditinggali, sehingga warga desa betah dan tidak pergi merantau. Kalaupun ada yang merantau untuk suatu keperluan (sekolah atau bekerja), selalu kangen untuk balik dan tinggal di desa. Aku juga bermimpi membuat warga desa lain betah untuk beraktifitas di desa tosaran. Setiap pendatang yang pernah mengunjungi desa tosaran, selalu merasa kangen untuk balik lagi. Inilah yang menjadi VISI saya, yakni Menjadikan Tosaran sebagai desa yang Ngangeni lan Mbetahi, baik bagi warga lokal maupun pendatang.
Berdasarkan pengalamanku pribadi, mengapa aku menjadi seorang perantau selama hampir separo dari umurku adalah untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sebagai seorang sarjana, aku "dituntut" untuk mempunyai pekerjaan "yang layak", yang sesuai dengan ijasah. Sebenarnya aku merasa nyaman berada di kampung, ngurip-nguripi desa dengan berbagai kegiatan bermanfaat, namun "tuntutan" tersebut telah memaksa aku untuk merantau mencari pekerjaan yang saat itu tidak aku temukan di kampung halaman. Belajar dari pengalamanku ini, aku merasa bahwa untuk membuat warga betah dan mau membangun kampungnya adalah dengan menyediakan sumber penghasilan yang layak bagi segenap warga, apapun latar belakang pendidikannya. Selain itu, kehidupan kampung yang dinamis, banyak kegiatan positif, juga akan membuat warga betah. Inilah yang akan menjadi MISI saya, yakni Menyediakan sumber penghasilan yang layak; serta Menyediakan sarana kegiatan dan hiburan bagi warga.
Lalu, apa program kerja untuk mencapai visi dan misi tersebut? Dalam tulisan-tulisan selanjutnya aku akan ulas program-program kerja seandainya aku terpilih sebagai kepala desa tosaran.


0 comments:
Post a Comment